Apa Itu ISO dan Apa Saja Jenis-Jenis Sertifikasi ISO yang Tersedia – Sertifikat ISO seringkali diperlukan oleh suatu perusahaan ketika akan merekrut karyawan. Selain itu, ISO memiliki peran yang sangat penting di suatu perusahaan. Namun, tahukah Anda apa itu ISO?

Apabila masih belum mengetahuinya, sebaiknya Anda membaca artikel kali ini yang akan membahas mengenai ISO. Selain itu, akan dipaparkan juga apa saja jenis-jenis sertifikasi ISO yang tersedia di Indonesia.

Baca Juga : Persyaratan dan Dokumen yang Diperlukan Dalam Pengajuan Perizinan Berusaha Melalui OSS

Apa Itu ISO?

Apa Itu ISO dan Apa Saja Jenis-Jenis Sertifikasi ISO yang Tersedia

ISO merupakan singkatan dari International Organization for Standardization. ISO merupakan sebuah badan non-pemerintah yang bersifat internasional yang mengenbangkan serta menerbitkan berbagai standar dalam ranah industri, komersial, maupun epemilikan.

Perlu diketahui bahwa organisasi ISO ini telah didirikan di Jenewa, Swiss, pada tahun 1947. Walaupun begitu, hingga kini ISO masih menjadi salah satu satuan standar yang harus diterapkan di industri maupun perusahaan-perusahaan besar.

ISO bekerja sebagai organisasi standar nasional dan berkolaborasi dalam kegiatan pengembangan dan promosi standar internasional. Berikut merupakan ranah yang menerapkan ISO.

  • Layanan kesehatan dan keamanan
  • Transportasi
  • Produksi
  • Pengelolaan lingkungan
  • Permasalahan sosial
  • Kondisi kerja
  • Proses pengujian ilmiah
  • Teknologi

ISO menerbitkan sertifikat sebagai bukti bahwa seseorang maupun kelompok telah mampu menerapkan standar internasional yang berlaku. Sertifikat standardisasi ini menjadi dasar kepercayaan antara klien dalam sebuah urusan bisnis.

Tidak hanya itu saja, sertifikat ISO juga menjadi salah satu pembuktian bahwa suatu pihak maupun perusahaan, telah mempunyai komitmen terhadap pentingnya tu7juan bisnis, kepuasan pelanggan, serta kualitas produksi.

Jenis-Jenis Sertifikasi ISO

Ada beberapa jenis sertifikasi ISO yang berlaku di Indonesia. Berikut ini merupakan beberapa jenisnya yang perlu Anda ketahui.

1. ISO 9001

Sertifiikat ISO adalah penetapan standar kesesuaian produk dengan persyaratan tertentu yang mengacu pada suatu layanan, material, perangkat keras, atau perangkat lunak. Sertifikasi ini digunakan sebagai bentuk bukti standardisasi untuk pasokan produk suatu perusahaan.

Sertidikasi ISO 9001 membahas mengenai kriteria manajemen muru. Kriteria manajemen mutu termasuk pada fokus yang berhubungan dengan pelanggan, motivasi dan implikasi manajemen, sampai proses perbaikan yang bekelanjutan.

2. ISO/IEC 27001

Berikutnya ada sertifikasi ISO/IEC 27001, dikenal sebagai standardisasi di ranah sistem manajemen keamanan informasi. Sertifikat ISO yang satu ini mampu menunjang suatu institusi atau perusahaan untuk dapat mengelola keamanan asset.

3. ISO 45000

Selanjutnya adalah ISO 45000. ISO 45000 serta turunannya adalah standardisasi yang ditujukan untuk industri dan institusi yang berhubungan dengan ranah kesehatan dan keselamatan kerja (K3). ISO ini dibutuhkan untuk perusahaan industri yang serius dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan karyawan.

Kegunaan dari penerapan ISO ini adalah mengurangi risiko di tempat kerja, dan juga menciptakan kondisi kerja yang aman dan lebih baik. ISO 45000 mempunyai basis masukan serta rujukan dari International Labour Organization (ILO).

4. ISO 22000

Sertifikasi ISO 22000 ditujukan untuk manajemen keamanan makanan. Setiap produsen termasuk perusahaan wajib memiliki tanggung jawab dalam mengelola keamanan produk demi kepuasan dan kesehatan konsumen.

ISO 22000 dijadikan baku mutu standar dari keamanan bahan pangan. Selain itu, standar ini pun berlaku pada jaminan pasokan global dalam rantai produksi bahan makanan. Dengan beitu, produk yang terkait tetap dapat diedarkan dan diterima di seluruh dunia.

5. ISO 26000

Berikutnya ada ISO 26000. ISO 26000 mempunyai acuan khusus terhadap tanggung jawab sosial. Umumnya digunakan untuk standardisasi terhadap proses Social Responsibility yang dilakukan oleh suatu perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar usaha.

Proses standardisasi ISO 26000 ini secara khusus merupakan panduan soal bagaimana program-program seperti CSR bisa dilakukan dengan komitmen penuh dan bertujuan berkelanjutan serta berdampak positif pada masyarakat.

6. ISO 31000

Selanjutnya adalah ISO 31000. Sertifikat ISO 31000 ditujukan untuk standardisasi manajemen risiko. Sertifikat jenis ini secara khusus memiliki tujuan untuk menangani proses kesinambungan operasional dari suatu perusahaan atau industri di berbagai aspek.

Beberapa aspek yang dinilai biasanya seperti ketahanan ekonomi, reputasi profesional, serta keselamatan lingkungan kerja. ISO ini dirancang khusus untuk perusahaan, institusi, atau organisasi dalam mengoptimalkan proses operasional, memperhitungkan hal-hal yang tidak terduga, dan juga mengelola risiko.

7. ISO 14000

Terakhir, ada ISO 14000. ISO 14000 menjadi sertifikat penting yang bisa menjadi suatu tolak ukur komitmen mereka terhadap manajemen lingkungan. Selain itu, ISO 14000 ini juga menjadi suatu standar tata kelola dan tanggung jawab lingkungan di sebuah perusahaan.

Baca Juga : Jenis-Jenis Perizinan Berusaha yang Dapat Diurus Melalui OSS

Dari uraian di atas, kini Anda sudah mengetahui pengertian ISO dan apa saja jenis-jenis sertifikasi ISO yang tersedia. Bagi pemilik usaha, terutama perusahaan besar, sudah sepatutnya memiliki dan menerapkan sistem ISO ini demi menunjang kepercayaan terhadap konsumen di seluruh dunia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi kami di : 0821-3250-5553

mitrajasalegalitas@gmail.com