Perbedaan Antara Sertifikasi ISO dan Sertifikasi Lainnya – ISO merupakan salah satu standar internasional yang telah banyak dikenal dan berlaku secara global. ISO dijadikan sebagai standar yang harus dimiliki oleh para perusahaan guna bisa bersaing di pasar internasional.

Namun, saat ini tak hanya terdapat sertifikasi ISO saja, melainkan terdapat sertifikasi lainnya seperti OHSAS dan HACCP. Untuk mengetahui perbedaan antara sertifikasi ISO dan sertifikasi lainnya seperti OHSAS dan HACCP, maka akan dibahas pada artikel ini.

Baca Juga : Tahapan dalam Proses Sertifikasi ISO dan Bagaimana Cara Mendapatkan Sertifikasi ISO Tersebut

Perbedaan Sertifikasi ISO dengan HACCP

Perbedaan antara sertifikasi ISO dan sertifikasi lainnya seperti OHSAS dan HACCP

Pada dasarnya, terdapat beberapa perbedaan mencolok antara sertifikasi ISO dengan sertifikasi HACCP, yaitu sebagai berikut:

1. Ruang Lingkup Pengendalian

Pada sertifikasi ISO, bagian ruang lingkup pengendaliannya meliputi pengendalian terhadap sistem manajemen dan juga Pengendalian pada persyaratan teknis. Sedangkan pada sertifikasi HACCP ruang lingkupnya tidak meliputi pengendalian sistem manajemen namun hanya meliputi persyaratan teknisnya saja.

2. Lingkup Penerapan

Sertifikasi HACCP dan ISO pada dasarnya sama-sama mempunyai penerapan yang  sudah spesifik. Pada sertifikasi HACCP ini  untuk diterapkan oleh industri pangan dan tidak termasuk pada pengendalian. Sedangkan pada ISO diterapkan pada semua industri pangan serta pakan yang berkaitan dengan industri pangan.

3. Sertifikasi

Bagi perusahaan yang menerapkan HACCP maka sistem ini akan mendapatkan sertifikasi HACCP. Sedangkan bagi perusahaan yang menerapkan sistem ISO nantinya akan mendapatkan setifikasi ISO yang didalamnya sudah meliputi HACCP dan ISO.

4. Biaya

Jika dalam sebuah perusahaan hanya mempunyai sertifikasi HACCP saja, maka perusahaan tersebut juga harus mempunyai sertifikasi ISO pula. Sedangkan jika perusahaan memilih sertifikasi ISO maka harganya jauh lebih murah sebab perusahaan hanya perlu satu kali sertifikasi saja.

5. Pemeliharaan 

Pada sertifikasi HACCP, maka perawatannya jauh lebih memakan banyak waktu, tenaga, dan biaya  yang jauh lebih besar. Sebab, ketika perusahaan hanya menggunakan sertifikasi HACCP saja tentu masih harus melakukan sertifikasi ISO.  Sedangkan, ketika perusahaan menggunakan atau menerapkan sertifikasi ISO, maka bisa meminimalkan terkait biaya, tenaga, dan waktu agar lebih efesien. 

Baca Juga : Jenis-Jenis Standar ISO yang Paling Umum Diterapkan dalam Dunia Bisnis

Perbedaan Sertifikasi ISO dengan OHSAS

Perbedaan antara sertifikasi ISO dan sertifikasi lainnya seperti OHSAS dan HACCP

Setelah mengetahui terkait dengan perbedaan antara ISO dengan HACCP, maka kali ini akan diuraikan terkait perbedan antara ISO dengan HACCP. Adapun perbedaannya antara lain:

  1. ISO memiliki tujuan untuk memudahkan integrasi dengan sistem manajemen yang lain dan juga menerapkan “organization and it’s context”. Sebelum penyusunan terkait dengan sistem manajemen K3, ISO harus terlebih dulu mempertimbangkan mengenai isu eksternal dan internalnya.  Dalam ISO terdapat peran kepemimpinan yang mendorong manajemen puncak untuk bisa mempunyai peran kepemimpinan yang jauh lebih kuat dari sebelumnya. Sedangkan pada sertifikasi OHSAS ini semua tanggung jawab yang dimiliki K3 ada dibawah manajer K3 itu sendiri.
  2. Pada ISO, organisasi tidak hanya mengendalikan resiko terhadap K3 saja, tetapi juga dipersyaratkan untuk mengendalikan resiko dan peluang K3 lainnya terkait keberlangsungan organisasi. Sedangkan pada sertifikasi OHSAS hanya mempertimbangkan terkait dengan resiko K3 saja.
  3. Pada sertifikasi ISO jauh lebih menekankan serta mendorong terhadap partisipasi dan kontribusi pekerja terkait penyusunan sistem manajemen K3.  Sedangkan pada sertifikasi OHSAS dirasa tidak clear terkait dengan partisipasi pekerja dalam suatu sistem manajemen K3.
  4. Pada sertifikasi ISO akan menuntut pemasok barang dan jasa, seperti kontraktor, supplier atau bahkan vendor perusahaan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan K3. Hal ini dikarenakan pemasok barang dan jasa adalah bagian yang sangat mempengaruhi kinerja K3 organisasi. Sedangkan pada sertifikasi OHSAS tidak terlalu spesifik menuntut terkait hal yang dilakukan ISO tersebut.
  5. Pada sertifikasi ISO memiliki sifat yang dinamis di semua klausal serta juga  memakai pendekatan proses, hal ini dirasa hampir mirip dengan ISO 9001 & ISO 14001. Sedangkan pada sertifikasi OHSAS dirasa lebih didasarkan pada prosedur, sehingga  pada sertifikasi OHSAS ini tidak memiliki sifat yang dinamis.
  6. Pada sertifikasi ISO berisikan seputr pengendalian resiko yang mungkin saja terjadi terhadap K3 dan perusahaan yang harus bisa mengendalikan resiko atau peluangK3 yang lain. Sedangkan pada sertifikasi OHSAS hanya berisikan terkait dengan resiko dari K3 saja.

Kesimpulan

Pada dasarnya, terkait perbedaan ISO dan sertifikasi lainnya seperti OHSAS dan HACCP yang sudah dijelaskan diatas tentu akan memudahkan dan memberi pemahaman kepada Anda yang saat ini mungkin sedang ingin menerapkan dan menggunakan sertifikasi dalam perusahaan yang dikelola. 

Jadi, sebaiknya Anda harus benar-benar menentukan sertifikasi manakah yang dirasa cocok untuk diterapkan pada perusahan Anda. Sebab, jika anda salah dalam memilih sertifikasi yang tidak tepat, maka nantinya juga akan berakibat buruk kedepannya.

Demikian artikel terkait dengan perbedaan ISO dan sertifikasi lainnya seperti OHSAS dan HACCP. Untuk informasi lebih lengkap dan jelasnya, Anda bisa mengunjungi laman https://mitrajasalegalitas.com/. Pada Mitra Jasa akan membantu memudahkan perusahaan Anda dalam memilih jenis ISO yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi kami di : 0821-3250-5553

mitrajasalegalitas@gmail.com