Tahapan dalam Proses Sertifikasi ISO – International Organization for Standardization atau dikenal dengan ISO saat ini tengah bertindak sebagai badan penetapan standar internasional yang mencakup perwakilan dari berbagai organisasi yang ada di seluruh dunia. Sampai saat ini, badan standar internasional ISO yang berdiri pada tahun 1947 sudah mempunyai anggota sebanyak kurang lebih 167.

Adapun pada organisasi ini juga terkenal sebab melakukan penetapan standar sertifikasi ISO yang marak dipakai oleh banyak perusahaan dalam melakukan standarisasi kinerja mereka. Sertifikasi ISO ini tidak ikut terlibat dalam sertifikasi pada setiap perusahaan serta juga tidak mengeluarkan dan memberi kan sertifikat kepada para perusahaan.
Tetapi, sebagai gantinya hal-hal yang tidak dilakukan oleh ISO akan diserahkan kepada lembaga yang bertugas untuk memberi sertifikasi lainnya yang berguna untuk melakukan sertifikasi perusahaan dengan menggunakan standar ISO.

Baca Juga : Jenis-Jenis Standar ISO yang Paling Umum Diterapkan dalam Dunia Bisnis

Tahapan dan Cara Untuk Mendapatkan Sertifikat ISO

Pada dasarnya dalam tahapan dalam proses sertifikasi ISO dan bagaimana cara mendapatkan sertifikasi tersebut, terdapat beberapa persyaratan yang harus terlebih dulu dipenuhi oleh tiap perusahaan yang ingin menerapkan sertifikasi ISO. Adapun perusahaan diharuskan untuk menyiapkan dan menyerahkan beberapa dokumen kepada lembaga sertifikasi sebelum melakukan proses sertifikasi.

Dokumen yang harus disiapkan meliputi hasil audit internal, hasil tinjauan manajemen, dan catatan hasil desain dan pengembangan. Selain itu, terdapat dokumen lain yang biasanya dimasukkan meskipun tidak bersifat wajib, yaitu dokumen prosedur penjualan dan prosedur audit internal.

Setelah menyiapkan dan menyerahkan beberapa dokumen yang diperlukan, maka cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan sertifikasi ISO, antara lain sebagai berikut:

1. Identifikasi Proses Bisnis

Cara pertama yang harus dilakukan oleh perusahaan yaitu dengan melakukan identifikasi terkait proses bisnisnya sendiri dalam mengelola organisasi.

2. Menerapkan Prosedur

Setelah selesai melakukan identifikasi pada seluruh proses bisnis, perusahaan selanjutnya harus menerapkan terkait sistem manajemen serta memantau terkait efektivitasnya.

3. Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan

Cara selanjutnya, Perusahaan harus melakukan identifikasi pada semua kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Hal ini sangat akan sangat berguna sebagai dasar untuk perbaikan pada sistem manajemen di masa yang akan datang.

4. Menghubungi Lembaga Audit Eksternal

Lalu, Perusahaan harus menghubungi lembaga audit eksternal untuk melakukan pendaftaran standar ISO. Apabila perusahaan bisa menyelesaikan semua cara ini, maka perusahaan tersebut bisa dikategorikan sudah lolos tersertifikasi ISO dan  berhak mendapatkan sertifikasi ISO.

Hierarki Dokumen Standar ISO

Setelah mengetahui tahapan dalam proses sertifikasi ISO dan bagaimana cara mendapatkan sertifikasi tersebut, Anda perlu mengenal hirarki dokumen. Selain dokumen sebagai persyaratan umum yang diserahkan ke sertifikasi ISO, terdapat beberapa level dokumen yang disebut sebagai hierarki dokumen ISO. 

Hierarki dokumen ISO ini memiliki tujuan untuk melakukan dokumentasi terkait fungsi semua dokumen yang dikirimkan secara efektif untuk sertifikasi ISO.

Adapun hirarki dokumen ini terdiri dari lima tingkatan, antara lain sebagai berikut :

  1. policy level (untuk mengidentifikasi kebijakan secara keseluruhan pada perusahaan)
  2. manual level (untuk mendokumentasikan ruang lingkup dari tujuan perusahaan)
  3. procedure level (untuk mengidentifikasi ruang lingkup serta tanggung jawab operasional yang ada pada perusahaan)
  4. product process instructions (untuk memberi instruksi keseimbangan kinerja sebuahperusahaan)
  5. records and forms level (untuk mendokumentasikan hasil dari operasional perusahaan)

Keberadaan hierarki dokumen ini pasti akan memudahkan lembaga sertifikasi dalam menilai semua dokumen yang dibutuhkan dan diperlukan untuk sertifikasi ISO. 

Meskipun ada berbagai jenis sertifikasi ISO bagi kebutuhan perusahaan yang berbeda, tetapi pada hierarki dokumen ini pada dasarnya Alan dipakai dalam membantu keseluruhan selama proses sertifikasi ISO.

Manfaat Sertifikasi ISO

Umumnya, dalam proses sertifikasi ISO mungkin terlihat agak ribet dan sulit, tetapi akan sangat bermanfaat bagi para perusahaan terlebih pada perusahaan yang sedang bergerak di bidang multifinance. Karena dengan mendapatkan sertifikat ISO, pastinya perusahaan bisa meningkatkan efisiensi yang mencakup banyak hal.

Adapun manfaat lain yang bisa didapatkan oleh perusahaan setelah sertifikasi ISO, antara lain:

  1. Mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas, mendapatkan hasil yang lebih konsisten, memberikan peningkatan retensi pelanggan, dan lainnya sebagainya.
  2. Standar ISO juga mampu dalam meningkatkan reputasi perusahaan untuk basis para pelanggan, hal ini hampir mirip seperti kebanyakan perusahaan di tempat lain.
  3. Bisa untuk memasuki pasar baru dengan lebih mudah dan menjadi lebih kompetitif karena menawarkan produk dan layanan yang mampu diterima secara global.
  4. Mampu meningkatkan keuntungan dengan cara menawarkan produk dengan mutu, kualitas, dan jaminan keselamatan yang jauh lebih baik.
  5. Lebih menghemat biaya dan akan mencegah kegagalan produk ataupun jasa lain yang ditawarkan.
  6. Bisa memperoleh manfaat dari pengetahuan serta mendapatkan praktik terbaik dari para ahli yang terkemuka di seluruh dunia.

Baca Juga : Proses Pengajuan dan Persyaratan Sertifikasi ISO

Demikian artikel seputar tahapan dalam proses sertifikasi ISO dan bagaimana cara mendapatkan sertifikasi tersebut. Untuk informasi lebih lengkap dan jelasnya, Anda bisa mengunjungi laman https://mitrajasalegalitas.com/. Pada Mitra Jasa akan membantu memudahkan perusahaan Anda dalam memilih jenis ISO yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi kami di : 0821-3250-5553

mitrajasalegalitas@gmail.com